Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

18 Siswa di Buton Tengah Mendadak Sakit Usai Makan Siang, Ternyata Bukan Keracunan

Buton Tengah, PancanaNews.com– Suasana Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, mendadak panik pada Selasa (14/10/2025) siang. Sebanyak 18 siswa tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan usai santap siang bersama, sehingga harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

Peristiwa itu sempat memicu dugaan awal adanya keracunan makanan massal. Namun, pihak sekolah dan tenaga medis memastikan bahwa penyebab gangguan kesehatan para siswa bukan karena makanan, melainkan akibat stres dan kelelahan.

Kepala Sekolah SR, Saruji, membenarkan bahwa total ada 18 siswa terdiri dari 10 perempuan dan 8 laki-laki yang mengalami keluhan sakit perut dan mual. Beruntung, semua siswa telah ditangani oleh petugas kesehatan dan diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

“Iya benar, ada beberapa siswa kami yang sempat sakit usai makan siang. Mereka langsung kita bawa ke puskesmas dan kini semua sudah kembali ke asrama,” jelas Saruji saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, kejadian ini dipicu kondisi psikologis siswa yang terganggu karena pemadaman listrik berulang di asrama beberapa malam terakhir. Hal tersebut membuat para siswa merasa ketakutan, sulit tidur, hingga kelelahan.

“Beberapa malam ini lampu sering padam, anak-anak jadi takut dan stres. Kondisi mereka lemah, jadi ketika makan siang, tubuhnya tidak kuat. Ini bukan keracunan makanan,” tegasnya.

Penjelasan ini juga diperkuat oleh tim medis dari Puskesmas Wakambangura. Dokter Nur Rahma mengatakan pihaknya menangani sejumlah siswa dengan keluhan sakit perut ringan dan mual, namun tidak ditemukan gejala keracunan.

“Mereka datang sekitar pukul dua siang. Kami beri penanganan medis ringan dan sekitar satu jam kemudian semuanya membaik,” ujarnya.

Sementara itu, dokter Ikhwan Asrin Ali Mansur dari Puskesmas Mawasangka juga memastikan tidak ada tanda-tanda keracunan makanan, seperti muntah terus-menerus atau diare.

“Kami hanya melakukan rehidrasi dan memberikan infus ringan bagi beberapa siswa. Kondisi mereka stabil,” jelasnya.

Kini seluruh siswa telah dipulangkan dan kembali beraktivitas seperti biasa. Pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan dan memastikan kondisi asrama lebih nyaman untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!