Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Azhari Perjuangkan Pendidikan Sebagai Hak Mutlak

Buton Tengah, PancanaNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Tengah untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan kini ditunjukkan secara nyata.

Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, SSTP., M.Si, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak mutlak yang harus dijamin negara, tanpa terkecuali.

Pernyataan itu disampaikan saat Azhari meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kampus B Universitas 19 November Kolaka, Kecamatan Mawasangka, Rabu (16/07/2025). Sekolah ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ditujukan khusus bagi anak yatim piatu, kaum dhuafa, dan keluarga kurang mampu.

Baca Juga : Bupati Azhari Kawal Langsung Pembangunan Dapur Sekolah Rakyat Buton Tengah

“Saya tidak mau lagi mendengar ada anak di Buton Tengah yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Pendidikan adalah hak, bukan pilihan. Alhamdulillah, melalui program Presiden, Tuhan menjawab doa kita semua,” ujar Azhari.

Sekolah Rakyat Buteng dilengkapi fasilitas lengkap meliputi enam ruang kelas (jenjang SD, SMP, SMA), tiga laboratorium tambahan, tiga asrama siswa, serta dapur sekolah.

Program ini tidak hanya menjamin pendidikan gratis, tetapi juga memberikan tunjangan hidup sebesar Rp4 juta per siswa setiap bulan yang dibiayai langsung oleh pemerintah pusat.

Awalnya, sekolah ini dirancang untuk menampung 200 siswa. Namun, setelah penyesuaian ruang laboratorium, kapasitasnya ditetapkan untuk 150 siswa: masing-masing 50 untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Saat ini, pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA sudah melebihi kuota, sementara masih tersedia 22 kursi kosong untuk jenjang SD.

Azhari mengajak masyarakat, khususnya dari keluarga prasejahtera, agar segera mendaftarkan anak-anak mereka sebelum kuota penuh.

Baca Juga : Bupati Azhari: Sekolah Gratis Rp4 Juta/Bula

Menurutnya, hadirnya Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Buteng sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri.

“Ini bukan sekadar program, ini bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi bangsa. Kami di daerah menyambutnya dengan penuh harapan dan kerja nyata,” tambahnya.

Sekolah Rakyat bukan hanya simbol hadirnya negara di tengah rakyat kecil, tapi juga bukti bahwa pendidikan tak boleh lagi menjadi korban kemiskinan.

Dengan sinergi antara pusat dan daerah, Buton Tengah menunjukkan bahwa transformasi pendidikan inklusif kini benar-benar dimulai. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!