Rabu, Februari 18, 2026
spot_img

Azhari Ungkap Deretan Program Presiden Masuk Buteng, dari Nelayan hingga Industri Kelapa

Pancananews.com, Buton Tengah – Sejumlah program unggulan pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto dipastikan bakal masuk ke Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada 2026. Program tersebut meliputi Kampung Nelayan Merah Putih, Kampung Budidaya Merah Putih, hingga rencana pengembangan industri budidaya kelapa.

Hal itu diungkapkan Bupati Buton Tengah, Azhari, saat menyampaikan sambutan dalam acara doa bersama di kediaman pribadinya menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/02/2026) malam.

“Program bapak Presiden yang insya Allah masuk di Buteng adalah Kampung Nelayan Merah Putih. Anggarannya tidak main-main, lebih dari Rp20 miliar untuk tiap kampung nelayan, dan satu kecamatan diminta satu lokasi,” ujar Azhari.

Syarat Lahan Jadi Tantangan

Azhari menjelaskan, sebelum program tersebut direalisasikan, pemerintah daerah harus menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk setiap lokasi. Dari tujuh kecamatan yang ada di Buteng, baru dua kecamatan yang dinilai siap secara lahan, yakni Mawasangka dan Lakudo (Wamolo dan Boneoge).

“Gu dan Sangiawambulu kita belum dapatkan lahannya. Sementara permintaan dari kementerian, minimal lima lokasi yang harus dibangun,” jelasnya.

Jika Kampung Nelayan Merah Putih terealisasi, pemerintah pusat akan menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari rumah layak huni bagi nelayan, SPBN, pabrik es, hingga bantuan kapal dan mesin.

“Anggarannya dibantu melalui dana antara sekitar Rp20 sampai Rp50 miliar yang dipinjam pakaikan kepada nelayan melalui koperasi,” terangnya.

Ia optimistis program tersebut dapat mulai berjalan tahun ini, dengan catatan seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan lahan dapat dipenuhi tepat waktu.

Kampung Budidaya dan Industri Kelapa

Selain kampung nelayan, Buteng juga akan mendapatkan Program Kampung Budidaya Merah Putih yang mencakup budidaya rumput laut jenis cottonii, kepiting rajungan, dan lobster.

“Untuk program ini kita sudah siapkan lahan seluas lima hektare, khususnya untuk budidaya agar-agar jenis cottonii,” kata Azhari.

Tak hanya itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas juga berencana menjadikan Buteng sebagai lokasi pengembangan industri budidaya kelapa. Pemerintah daerah saat ini tinggal menunggu jadwal kunjungan dari pihak kementerian guna menindaklanjuti rencana tersebut.

“Kita tinggal menunggu kapan dari Bappenas akan berkunjung ke Buteng,” ungkapnya.

Menurut Azhari, masuknya berbagai program pusat ini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan daya saing Buton Tengah.

Reporter : Noval

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!