Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Bunda PAUD Buton Tengah Umi Noranah Azhari Ajak Generasi Muda Lestarikan Tenun Daerah

Kendari, PancanaNews.com – Bunda PAUD sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, S.Pd, menyerukan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tenun daerah.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025 yang digelar di Kendari, dengan tema “Kreativitas dan Inovasi Menuju Sultra Mandiri.”

Dalam kesempatan itu, Umi Noranah menegaskan bahwa kain tenun bukan hanya hasil karya tradisional, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ia mengajak seluruh pihak, terutama kaum muda, untuk ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut melalui kreativitas dan inovasi.

“Tenun adalah warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Anak-anak muda perlu kita dorong agar bangga menggunakan, mengembangkan, bahkan memproduksi tenun lokal. Dengan sentuhan inovasi, produk kita bisa bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Menurut Umi Noranah, di tengah pesatnya arus modernisasi, tenun lokal perlu dihadirkan dengan desain yang lebih adaptif tanpa menghilangkan nilai-nilai budayanya. Ia menilai bahwa kolaborasi antara generasi muda, desainer, dan pengrajin lokal sangat penting untuk menjadikan tenun sebagai produk unggulan ekonomi kreatif Buton Tengah.

Sebagai Bunda PAUD, ia juga menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini. Melalui pendidikan anak usia dini, nilai-nilai kearifan lokal dapat diperkenalkan secara menyenangkan dan kontekstual.

“Melalui PAUD, kita bisa mengenalkan budaya daerah seperti tenun, tari, dan lagu tradisional agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang bangga dengan jati dirinya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Umi Noranah menyampaikan komitmen Dekranasda Buton Tengah untuk terus memperkuat sinergi dengan pelaku UMKM, pengrajin, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem tenun yang berkelanjutan.

Menurutnya, pengrajin perlu mendapat dukungan pelatihan, promosi, serta perluasan akses pasar agar karya mereka bisa menembus pasar yang lebih luas.

“Kita ingin pengrajin Buton Tengah semakin berdaya saing dan mandiri. Tenun bukan hanya simbol budaya, tapi juga sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!