Buton Tengah, PancanaNews.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Untuk pertama kalinya sejak berdiri, daerah ini kini resmi memiliki Satuan Kerja (Satker) Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri, setelah sebelumnya masih bergabung dengan Kota Baubau.
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran lembaga statistik nasional tersebut di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan BPS Buteng akan memperkuat basis data pembangunan dan membantu pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, Kabupaten Buton Tengah kini telah memiliki Satker BPS sendiri. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem data dan perencanaan pembangunan kita,” tulis Bupati Azhari di akun facebook resminya, Senin (27/10/2025)
Untuk sementara, BPS Buteng masih beroperasi di Kecamatan Gu, sambil menunggu pembangunan kantor definitif yang telah direncanakan di Kecamatan Lakudo, tepatnya di kawasan yang berdekatan dengan Kantor Dinas PUPR Buteng.
Lebih lanjut, Bupati Azhari juga menyampaikan perkembangan positif terkait data BPS tahun 2025, di mana Buton Tengah tidak lagi berada di posisi pertama maupun kedua sebagai daerah termiskin di Sulawesi Tenggara. Kini, Buteng berhasil naik peringkat menjadi posisi keempat.
“Ini menunjukkan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang kita jalankan mulai membuahkan hasil. Insya Allah, kita akan terus berupaya menggenjot standar kehidupan masyarakat agar keluar sepenuhnya dari lingkaran kemiskinan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Azhari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam hal peningkatan kualitas data, pemberdayaan ekonomi lokal, serta optimalisasi potensi sumber daya daerah.
Dengan hadirnya BPS Buton Tengah sebagai mitra strategis dalam penyediaan data dan informasi pembangunan, pemerintah daerah optimistis arah kebijakan dan program ke depan akan semakin terukur dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Adm)







