Buton Tengah, PancanaNews.com– Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Buteng dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, yang dilangsungkan di Kantor Bupati Buteng, Senin (4/8/2025).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., bersama Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag.
Kerja sama ini mencakup pendirian Kampus B IAIN Kendari di wilayah Kabupaten Buteng, yang akan menjadi pusat layanan pendidikan tinggi berbasis lokal dan program-program pengembangan SDM.
Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah penerapan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja atau pendidikan nonformal, seperti penyuluh pertanian, pengajar pesantren, aparat desa, maupun pelaku usaha mikro, untuk mengonversi pengalaman mereka menjadi satuan kredit semester (SKS) dan memperoleh gelar sarjana tanpa harus meninggalkan profesinya.
“Banyak masyarakat kita yang sudah bekerja dan memiliki keahlian, tapi belum sempat kuliah. Lewat RPL, pengalaman mereka bisa diakui secara akademik. Kuliahnya juga fleksibel, bisa daring lewat Zoom atau Google Meet, dan tidak harus hadir fisik di kelas. Ini sangat cocok bagi mereka yang ingin tetap bekerja sambil kuliah,” ujar Bupati Azhari.
Pemkab Buteng telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk lahan dan ruang kelas belajar (RKB) untuk menunjang operasional Kampus B tersebut. Lokasi sementara untuk kegiatan pembelajaran akan berada di Kecamatan Mawasangka Tengah, dan akan segera difungsikan tahun ini.
Sementara itu, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag menyampaikan bahwa Kampus B di Buteng akan difokuskan untuk memberikan akses pendidikan tinggi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh pendidikan formal, seperti para penyuluh lapangan, tokoh agama, hingga pelaku sektor pertanian dan perikanan.
“Dengan dukungan penuh dari Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Buteng, kami optimistis Kampus B IAIN Kendari ini akan menjadi contoh pengembangan pendidikan tinggi berbasis kebutuhan daerah. Masa kuliah pun cukup singkat, hanya dua tahun, dan mahasiswa sudah bisa mengikuti wisuda serta memperoleh gelar sarjana,” jelasnya.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menandai dimulainya babak baru kolaborasi antara Pemkab Buteng dan IAIN Kendari dalam mencetak sumber daya manusia unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi, khususnya di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara. (Adm)







