Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Dinas PK Buteng Gelar Sosialisasi Penyusunan Laporan SPMB untuk PAUD, SD, dan SMP

Buton Tengah, PancanaNews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menggelar kegiatan sosialisasi penyusunan laporan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian Lakudo pada Selasa (14/10/2025) ini menghadirkan Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, sebagai narasumber utama, serta diikuti oleh seluruh kepala sekolah dan operator pendidikan dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Buteng.

Dalam paparannya, Junaiddin Pagala menjelaskan bahwa pelaporan SPMB menjadi bagian penting dari sistem pendidikan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, laporan tersebut bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga alat evaluasi yang menentukan sejauh mana proses penerimaan siswa baru di setiap sekolah berjalan secara objektif dan sesuai ketentuan.

“Pelaporan SPMB ini penting karena menjadi instrumen untuk memastikan objektivitas dan transparansi dalam penerimaan murid baru. Kita akan lakukan pendampingan agar setiap sekolah mampu menyusun laporan dengan baik,” jelas Junaiddin.

Sementara itu, Kepala Dinas PK Buteng, Abdullah, S.Pd, memberikan penegasan tegas kepada seluruh kepala sekolah dan operator agar tidak melakukan manipulasi data dalam penyusunan laporan SPMB. Ia menekankan bahwa kejujuran dan ketelitian merupakan prinsip utama dalam pengelolaan data pendidikan.

Ia juga menyoroti hasil evaluasi BPMP Sultra yang menunjukkan bahwa indeks pelaporan SPMB di Buton Tengah masih berada di zona merah. Karena itu, ia meminta seluruh sekolah segera menyusun dan melaporkan hasil penerimaan siswa baru secara tepat waktu dan sesuai data riil.

“Setelah kegiatan ini, saya harap semua sekolah langsung bergerak menyusun laporannya. Jangan tunggu-tunggu lagi, karena indeks pelaporan kita masih merah,” tambahnya.

Dalam sesi materi, Amiruddin, S.Pd, salah satu pemateri kegiatan, menjelaskan bahwa banyak sekolah masih kesulitan menyusun laporan karena adanya ketidaksesuaian antara daya tampung dengan jumlah pendaftar. Kondisi ini sering terjadi karena antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah favorit.

“Misalnya, sekolah hanya punya daya tampung 28 siswa, tapi yang mendaftar bisa sampai dua kali lipat. Kadang sekolah sulit menolak, sehingga perlu pengusulan penambahan daya tampung. Semua hal ini harus dilaporkan agar data pendidikan valid,” ungkap Amiruddin.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Dinas PK Buteng berharap seluruh sekolah di Kabupaten Buton Tengah dapat menyusun laporan SPMB dengan tertib, akurat, dan sesuai petunjuk teknis.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem tata kelola pendidikan yang transparan dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di daerah tersebut. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!