Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Dua Bulan Lebih PDAM Mati, Warga Mawasangka Timur Krisis Air Bersih

Buton Tengah, PancanaNews.com– Warga Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, kini menghadapi krisis air bersih yang kian memprihatinkan. Sudah lebih dari dua bulan, air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tak lagi mengalir ke rumah-rumah.

Kondisi ini memaksa masyarakat mencari berbagai sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian harus menimba air dari sumur yang jumlahnya terbatas. Situasi ini menambah beban hidup warga, terutama keluarga kurang mampu.

“Kami berharap pemerintah daerah tegas terkait pelayanan PDAM Buton Tengah, karena air ini adalah kebutuhan dasar,” keluh seorang warga dengan nada kecewa, Rabu (10/9/2025).

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang menyoroti lamanya waktu perbaikan tanpa ada kepastian. Mereka menilai kebutuhan air bersih semestinya menjadi prioritas utama pemerintah. “Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, tapi kebutuhan dasar air bersih belum terpenuhi dengan layak,” ujarnya.

Warga berharap pemerintahan baru di Kabupaten Buton Tengah segera mengambil langkah nyata untuk membenahi sektor pelayanan publik, khususnya PDAM Buton Tengah.

“Kami ingin ada reformasi dalam pelayanan. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban,” tambah seorang warga.

Ketiadaan pasokan PDAM di Mawasangka Timur bukan hanya menyulitkan aktivitas rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan mandi, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, seperti merebaknya penyakit akibat penggunaan air yang tidak higienis.

Masyarakat pun mendesak agar Pemkab Buton Tengah bersama manajemen PDAM segera duduk bersama mencari solusi konkret. Bagi warga, air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Buton Tengah belum merespons panggilan maupun konfirmasi yang dilakukan media. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!