Buton Tengah, PancanaNews.com– Menghadapi semakin kompleksnya ancaman di era digital, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian menggelar sosialisasi keamanan informasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pancana, Kantor Bupati, Selasa (26/8/2025), dibuka langsung oleh Asisten I Sekretariat Daerah, Ahmad Sabir, mewakili Bupati Buton Tengah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Dr. Hamzah Pallaloi, S.H., M.I.Kom., akademisi sekaligus praktisi komunikasi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Kota Baubau. Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Buton Tengah, Laode Darmawan Hibali, S.STP., M.Si., bersama para pejabat dan staf lingkup pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Ahmad Sabir menegaskan bahwa kemajuan teknologi membawa dampak positif bagi tata kelola pemerintahan. Namun, di sisi lain, juga membuka ruang ancaman berupa serangan siber, kebocoran data, hingga potensi gangguan terhadap layanan publik.
“Literasi persandian dan penguatan keamanan informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keutuhan negara dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Ia juga menekankan penerapan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi sebagai landasan membangun sistem keamanan digital yang lebih kokoh.
Senada, Kadis Kominfo Buton Tengah, Laode Darmawan Hibali, menyampaikan bahwa keamanan informasi tidak hanya menjadi tanggung jawab teknis, melainkan tugas bersama seluruh ASN.
Menurutnya, kesalahan sederhana seperti penggunaan kata sandi lemah atau mengakses data melalui jaringan publik dapat menimbulkan konsekuensi besar.
“Pemkab Buton Tengah berkomitmen membangun budaya keamanan siber melalui pelatihan ASN, penerapan prinsip confidentiality, integrity, availability (CIA), serta kerja sama dengan pakar keamanan informasi,” ujarnya.
Ia mengajak ASN di semua OPD untuk menjadi agen perubahan dengan membiasakan praktik keamanan digital sehari-hari, mulai dari penggunaan password kuat, menghindari jaringan publik untuk data sensitif, hingga melaporkan setiap potensi insiden siber.
Dengan kegiatan ini, Pemkab Buton Tengah menegaskan keseriusannya dalam memperkuat pertahanan digital, sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara aman, transparan, dan terpercaya. (Adm)







