Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Hadapi Era Post-Truth, Deputi Kemenko Polhukam Dorong Literasi Digital

Kendari, PancanaNews.com– Deputi Koordinasi Bidang Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dalam menghadapi era post-truth yang rawan disinformasi dan hoaks.

Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Literasi Digital bertema “Merawat Demokrasi, Menangkal Disinformasi” di Hotel Claro Kendari, Kamis (2/10/2025).

Kegiatan yang digelar Kemenko Polhukam RI ini menghadirkan pejabat pusat dan daerah, unsur Forkopimda Sultra, akademisi, praktisi komunikasi, hingga pegiat literasi digital.

Narasumber yang hadir di antaranya Ketua Tim Literasi Digital Kemenkomdigi, Guru Besar Universitas Padjadjaran (UNPAD) bidang Jurnalistik, Wakil Koordinator Komunikasi Publik Cyberkreasi, serta Kepala Dinas Kominfo Sultra.

Dalam sambutannya, Eko Dono menyebut perkembangan teknologi digital membawa dua sisi. Di satu sisi membuka ruang partisipasi publik, transparansi, dan akuntabilitas, namun di sisi lain juga memicu derasnya arus informasi menyesatkan yang dapat merusak sendi demokrasi.

“Fenomena echo chamber dan era post-truth membuat informasi menyesatkan lebih cepat tersebar dan dipercaya ketimbang fakta,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, indeks literasi digital Indonesia masih perlu diperkuat. Berdasarkan survei Kemenkomdigi tahun 2022, indeks literasi digital nasional baru mencapai skor 3,54 dari skala 5 (kategori sedang). Sementara indeks masyarakat digital tahun 2023 hanya berada di angka 43,34 dari skala 100.

“Angka ini menunjukkan masih terbatasnya kemampuan masyarakat kita dalam memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan literasi digital merupakan bagian dari agenda ketahanan informasi nasional sekaligus mendukung prioritas RPJMN 2025–2029.

Ia menekankan tiga poin penting yang harus dijalankan bersama, yakni kolaborasi lintas sektoral dalam kerangka pentahelix, peningkatan daya kritis masyarakat, serta menjadikan literasi digital sebagai gerakan berkelanjutan yang melembaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi digital yang kuat akan melahirkan masyarakat cerdas, kritis, dan berintegritas. Masyarakat yang tidak mudah terprovokasi oleh hoaks sekaligus tangguh menghadapi tantangan global di era post-truth,” pungkasnya. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!