Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img

Kantor Palsu Bareskrim Polri Ditemukan di Kompleks Penipuan Perbatasan Kamboja-Thailand

Sebuah kantor palsu yang mengatasnamakan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil digagalkan operasinya. Kantor fiktif tersebut ditemukan di dalam kompleks sindikat penipuan lintas negara di kawasan O’Smach, Kamboja, tepatnya di perbatasan dengan Thailand, pada Senin (2/2/2026).

Penemuan ini diungkapkan setelah otoritas setempat melakukan pengamanan di lokasi yang telah lama diduga menjadi sarang kejahatan terorganisir tersebut. Di dalam kompleks itu, aparat menemukan sejumlah ruangan yang dirancang menyerupai kantor kepolisian dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, China, India, Vietnam, dan Australia.

Barang bukti yang berhasil disita antara lain lebih dari 800 kartu SIM, dokumen berisi daftar target korban, kontak korban, serta naskah-naskah skrip penipuan. Modus operandi sindikat ini adalah dengan menyamar sebagai aparat penegak hukum dari negara asal korban untuk memperdaya korbannya.

Penangkapan massal terhadap sindikat penipuan daring di Kamboja telah intensif dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Di bawah tekanan dari pemerintah China, otoritas Kamboja telah menahan 5.106 orang dari 23 negara yang diduga terlibat, termasuk sejumlah warga negara Indonesia (WNI), dalam kurun tujuh bulan. Para tersangka umumnya ditugaskan untuk menargetkan korban yang berasal dari negara asal mereka sendiri.

Sementara itu, terkait pemulangan WNI yang terlibat, Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat sebanyak 2.887 mantan pekerja penipuan masih menunggu proses repatriasi ke Tanah Air. Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian awal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, WNI tersebut tidak diduga sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Berdasarkan penilaian awal KBRI, tidak ada WNI yang diduga sebagai korban TPPO. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik,” tegas Santo Darmosumarto, seperti dikutip dari rilis resmi.

Temuan kantor palsu Bareskrim ini memperlihatkan semakin kompleks dan terorganisirnya modus penipuan lintas negara yang beroperasi dari wilayah Kamboja. Kerja sama internasional terus diintensifkan untuk membongkar jaringan kejahatan siber yang telah merugikan banyak korban di berbagai belahan dunia.

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!