Buton Tengah, PancanaNews.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, S.Pd, menegaskan pentingnya peran kader dalam menggerakkan dan memastikan keberlangsungan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap desa dan kelurahan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Tengah di halaman Gedung Kesenian Lakudo, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan kader Posyandu, petugas Puskesmas, serta perwakilan organisasi perempuan di lingkup pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Umi Noranah mengungkapkan bahwa Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Melalui Posyandu, masyarakat memperoleh akses langsung terhadap berbagai layanan kesehatan dasar seperti pemantauan tumbuh kembang anak, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, keluarga berencana, hingga perbaikan gizi keluarga.
“Posyandu adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, keberadaan kader sangat vital untuk memastikan kegiatan berjalan rutin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh semangat dan kepedulian para kader. “Kader-kader kita harus aktif. Kami dari PKK siap mendukung penuh agar gerakan ini berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan, Umi Noranah menyampaikan bahwa TP-PKK selama ini ikut memberikan bantuan secara langsung dengan menggunakan biaya pribadi. Ia menyiapkan transportasi untuk kegiatan lapangan, memberikan cokelat bagi anak-anak, hingga pakaian bagi anak yatim piatu.
“Walaupun sedikit, insya Allah bisa merata dan memberi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya dengan rendah hati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TP-PKK tidak hanya berperan dalam pendampingan kegiatan Posyandu, tetapi juga berfokus pada penguatan kapasitas kader melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor juga terus digalakkan bersama Puskesmas, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat lainnya.
Dengan adanya Gerakan Posyandu Aktif, Umi Noranah berharap seluruh Posyandu di Buton Tengah dapat berfungsi optimal sesuai dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) yang kini menjadi arah kebijakan nasional.
“Harapan kita, semua Posyandu di Buton Tengah bisa berjalan berkesinambungan, menjadi pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat, dan mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, serta sejahtera,” pungkasnya. (Adm)







