Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Malam Penuh Cahaya, Buteng Akhiri HUT dengan Shalawat

Buton Tengah, PancanaNews.com – Gemuruh takbir, lantunan shalawat, dan sorotan cahaya dari panggung megah mewarnai langit Mawasangka, Rabu malam (23/7/2025), saat Kabupaten Buton Tengah menutup peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 dengan nuansa religius yang syahdu.

Penampilan Hadad Alwi membawakan shalawat penuh cinta menjadi penutup yang tak terlupakan, menyatukan ribuan warga dalam kebersamaan spiritual.

Penutupan yang berlangsung di Lapangan Lembah Hijau, Mawasangka, bukan sekadar konser religi, tetapi momentum perenungan dan syukur atas perjalanan 11 tahun daerah ini.

Rangkaian acara panjang yang digelar sejak awal pekan seolah menemukan titik klimaksnya di malam penuh cahaya dan doa itu.

Namun sebelum malam haru itu tiba, Buton Tengah telah lebih dahulu menggugah semangat kolektif warganya melalui sederet kegiatan yang membumikan tema besar perayaan tahun ini: “Meneguhkan Identitas Buton Tengah Menuju Kota Santri, Kota Pendidikan, Kota Jasa dan Kota Dagang yang Mandiri dan Sejahtera.”

Perayaan dibuka dengan kegiatan Jalan Santai yang memadati ruas-ruas jalan utama di pusat Kecamatan Mawasangka. Ribuan peserta dari berbagai kalangan pelajar, ASN, hingga masyarakat umum, turut serta. Sorak-sorai dan kebersamaan mewarnai langkah demi langkah yang menjadi simbol harmoni sosial warga Buton Tengah.

DPRD Buton Tengah kemudian menggelar Rapat Paripurna Istimewa, sebagai sesi resmi peringatan hari jadi. Dalam sidang yang berlangsung khidmat itu, Bupati Dr. H. Azhari menyampaikan refleksi kepemimpinan dan visi pembangunan daerah.

Ia menegaskan kembali arah pembangunan yang menitikberatkan pada pendidikan agama, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan pelayanan publik. “Kita ingin setiap anak Buton Tengah tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat dalam iman dan akhlak,” ucapnya.

Usai paripurna, suasana batin masyarakat dialiri nilai-nilai spiritual melalui Dzikir Akbar yang digelar di pelataran Rumah Jabatan Bupati. Ribuan warga larut dalam alunan dzikir dan doa yang dipimpin langsung oleh para imam besar dan tokoh agama dari Masjid Kesultanan Buton.

Kehadiran para ulama dari tanah Buton menegaskan bahwa Buton Tengah tetap menjunjung tinggi warisan nilai Islam dalam semangat kemodernan.

Tak berhenti di situ, Pemerintah Daerah juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan 15.000 paket sembako bagi warga prasejahtera.

Distribusi dilakukan secara serentak di tujuh kecamatan, baik secara langsung maupun virtual. Program ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah rakyat, memastikan bahwa momentum peringatan tak hanya menjadi seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata.

Malam harinya, kehangatan tercipta dalam Gala Dinner yang mempertemukan jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pejabat lintas generasi. Penuh keakraban, malam ramah tamah itu menjadi ruang temu gagasan dan apresiasi bagi pihak-pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Buton Tengah.

Hari berikutnya menjadi saksi momen bersejarah ketika Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto hadir dan bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Upacara Puncak HUT ke-11 di pelataran Kantor Bupati Buton Tengah, Labungkari, Kecamatan Lakudo.

Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat, dihadiri pejabat provinsi, unsur Forkopimda, ASN, pelajar, dan masyarakat umum. Kehadiran Wamendagri menunjukkan bahwa Buton Tengah semakin diperhitungkan dalam peta pembangunan nasional.

Menjelang penutupan, gelombang spiritual kembali menggema lewat Tabligh Akbar bersama Ustaz Buya Arrazy Hasyim. Dengan penyampaian yang teduh namun menggugah, Buya mengajak warga Buteng untuk menapaki masa depan dengan iman, ilmu, dan akhlak sebagai fondasi utama.

Tausyiah yang dibalut canda dan kisah hikmah itu menciptakan suasana hangat yang mendalam di tengah lapangan terbuka.

Dan akhirnya, malam penutup itu tiba. Hadad Alwi, penyanyi religi yang telah menjadi ikon shalawat Indonesia, memimpin ribuan suara dalam lantunan yang menyentuh relung hati.

Sorotan lampu, semilir angin laut Mawasangka, dan lautan manusia yang bergema bersama shalawat menjadikan malam itu sebagai salah satu perayaan paling berkesan dalam sejarah HUT Buton Tengah.

Penampilan Hadad Alwi bukan hanya hiburan, tetapi juga pengingat bahwa perjalanan daerah ini harus selalu dilandasi doa, semangat kebersamaan, dan komitmen moral.

Dalam shalawat yang dilantunkan, terselip harapan: semoga Buton Tengah terus tumbuh sebagai kota santri, kota pendidikan, kota jasa, dan kota dagang yang benar-benar mandiri dan menyejahterakan warganya.

HUT ke-11 Buton Tengah bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga penanda bahwa daerah muda ini tengah mengukir masa depan dengan lebih matang, lebih spiritual, dan lebih menyatu dengan rakyatnya. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!