Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Markas Yonif 871/Sangia Wambulu Segera Berdiri di Buteng, 50 Hektare Dihibahkan

Buton Tengah, PancanaNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) terhadap pertahanan negara kini memasuki babak baru.

Sebanyak 50 hektare lahan di Desa Waara, Kecamatan Lakudo, resmi dihibahkan kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk pembangunan Markas Yonif Teritorial Pertahanan (TP) 871/Sangia Wambulu.

Penyerahan hibah ini ditandai melalui penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Bupati Buteng, Dr. Azhari, S.STP., M.Si dan Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf. Arif Nofianto, S.E disaksikan oleh Ketua DPRD Buteng, Sa’al Musrimin Haadi, S.K.M., M.A.P dan Danramil Gu serta sejumlah pejabat militer dan sipil.

Momentum tersebut berlangsung dalam kegiatan Rapat Tindak Lanjut Koperasi Merah Putih di Gedung Kesenian Mawasangka, Kamis (7/8/2025).

“Ini adalah langkah strategis yang akan membawa dampak positif, tidak hanya untuk pertahanan nasional, tetapi juga bagi perkembangan wilayah Buteng secara menyeluruh,” kata Bupati Azhari.

Lahan hibah tersebut merupakan hasil tindak lanjut komunikasi antara Pemkab Buteng dan Kodim 1413/Buton. Setelah melalui peninjauan teknis, lokasi di Desa Waara dinilai sangat layak dan strategis untuk pembangunan markas militer.

Selain karena posisinya yang berada di antara dua pusat pertumbuhan baru, kawasan ini juga memiliki akses yang mendukung pengembangan fasilitas pendukung lainnya.

Markas Yonif TP 871/Sangia Wambulu dirancang untuk menampung hingga 1.150 prajurit. Pada tahap awal, sebanyak 565 personel direncanakan akan masuk terlebih dahulu sembari menunggu selesainya pembangunan infrastruktur inti.

Peninjauan awal dari tim Kementerian Pertahanan RI telah dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025, dan memberikan lampu hijau atas kelayakan lokasi.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar terhadap kehadiran satuan tempur ini. Selain memperkuat pertahanan di kawasan Sulawesi Tenggara bagian tengah, keberadaan Yonif 871/Sangia Wambulu diyakini akan menggerakkan ekonomi lokal, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menciptakan ekosistem sosial yang lebih dinamis.

“Lakudo akan tumbuh sebagai pusat pertahanan dan ekonomi baru. Kehadiran Yonif 871 akan mempercepat perkembangan kawasan secara signifikan,” tambah Azhari.

Dengan hibah ini, Buton Tengah tak hanya mencetak sejarah sebagai daerah penyedia markas militer terbesar di kawasan, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai wilayah yang strategis dalam mendukung kedaulatan dan keamanan nasional. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!