Kendari, PancanaNews.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diikuti oleh 264 peserta terdiri dari 228 Business Assistant (BA) dan 36 Project Management Officer (PMO) dari 17 kabupaten/kota se-Sultra.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Rabu, 22 Oktober hingga Minggu, 26 Oktober 2025, dipusatkan di Aula Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, yang menekankan pentingnya peran pendamping koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Wagub Hugua menyampaikan bahwa pendamping koperasi memegang amanah besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan ekonomi rakyat.
“Pendamping Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjalankan amanah Undang-Undang yang wajib dilakukan, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi gerakan nyata dalam membangun kesadaran ekonomi rakyat melalui koperasi,” ujar Hugua.

Ia menegaskan, koperasi merupakan pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan kapasitas pendamping melalui pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan keberhasilan Program Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Sultra.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sendiri dirancang untuk menghadirkan model koperasi modern yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, PMO berperan sebagai pusat koordinasi, sinkronisasi kebijakan, dan pengendali mutu program di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sementara BA berfungsi sebagai tenaga pendamping profesional di lapangan yang memastikan pembentukan dan penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Laode Muhamad Shalihin menyebutkan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial para pendamping agar mampu mengawal tumbuhnya koperasi yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pendamping dapat memahami esensi koperasi, bekerja disiplin, dan solid dalam menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dan pelaku koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Sulawesi Tenggara. (Adm)







