Baubau, PancanaNews.com– Pemerintah Kota Baubau melaksanakan ritual adat Santiago sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-484 Kota Baubau, Sabtu pagi (18/10/2025). Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada para Sultan Buton dan tokoh adat yang dimakamkan di kawasan Benteng Wolio.
Prosesi ziarah dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Baubau, Drs. Meizat Amril Tamim, M.Si, bersama unsur Forkopimda dan para kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Baubau.
Kegiatan diawali di Kamali Kara, dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sultan Murhum, sultan pertama Kesultanan Buton, serta beberapa makam sultan lainnya yang berada di sekitar benteng.
Dalam keterangannya, Pj Sekda menyampaikan bahwa ritual Santiago merupakan warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Baubau. Tradisi ini dahulu dilaksanakan setelah salat Idul Fitri pada malam hari, namun kini digelar pada pagi hari agar lebih mudah diikuti masyarakat.
“Kita sebagai generasi penerus harus menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi kita agar tidak hilang ditelan waktu. Pemerintah Kota Baubau bersama Dinas Pariwisata serta tokoh-tokoh adat akan terus mendukung pelestarian tradisi ini,” ujar Meizat Amril Tamim.
Menurutnya, keberadaan tradisi seperti Santiago menjadi bukti bahwa Baubau memiliki warisan budaya yang kuat dan terjaga. Di saat banyak daerah lain masih mencari bentuk pelestarian budayanya, Kesultanan Buton justru sudah memiliki sistem adat yang utuh dan kaya nilai sejarah.
“Kita hanya perlu mempertahankan dan menurunkannya kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan daerah,” tambahnya.
Ritual Santiago menjadi penanda bahwa perayaan HUT Kota Baubau tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkokoh identitas budaya masyarakat Buton. (Adm)







