Buton Tengah, PancanaNews.com– Kabupaten Buton Tengah resmi mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan Sulawesi Tenggara. Melalui perjuangan panjang pemerintah daerah, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) No.69 resmi beroperasi di Buton Tengah, menjadikannya satu-satunya kabupaten di Sultra yang memiliki Sekolah Rakyat, sementara di tingkat kota hanya Kota Kendari yang lebih dulu menghadirkan program nasional ini.
Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, S.Stp., M.Si., mengumumkan kabar gembira ini melalui akun media sosial resminya. Ia menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
“Alhamdulillah akhirnya yang diperjuangkan selama beberapa bulan ini mulai membuahkan hasil,” tulis Azhari.
Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang tidak hanya merata tetapi juga terintegrasi, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Pada tahap perdana, program ini menetapkan 150 siswa sebagai angkatan pertama yang akan menempuh pendidikan lengkap mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Pola pendidikan berjenjang ini diharapkan mampu membentuk generasi muda Buton Tengah yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Tidak berhenti pada pengoperasian sekolah pertama, Pemkab Buton Tengah juga menyiapkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi megah senilai sekitar Rp200 miliar di Desa Balobone, Kecamatan Mawasangka.
Kompleks pendidikan ini akan dilengkapi fasilitas asrama, dapur umum, tenaga pengajar profesional, dan wali asuh sehingga diharapkan menjadi pusat pendidikan terbaik di Sulawesi Tenggara.
Bupati Azhari menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto selaku penggagas program Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, serta Rektor USN Kolaka Nur Iksan Halil yang turut mendukung keberhasilan program ini.
“Manfaatnya akan semakin terasa dari tahun ke tahun, mulai dari bertambahnya peserta didik, guru, wali asuh, hingga tenaga pendukung yang semuanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Buton Tengah,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara kini hanya memiliki dua daerah pelaksana program pendidikan nasional ini, yaitu Kota Kendari dan Kabupaten Buton Tengah.
Kehadiran sekolah ini menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan berkualitas, sekaligus kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kepulauan di jantung Sultra. (Adm)







