Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

STQH dan MTQ Bakal Disatukan? Menag Nasaruddin: Atmosfernya Sama Saja

Kendari, PancanaNews.com– Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mewacanakan penyatuan dua ajang besar keagamaan, yakni Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) serta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Gagasan itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Pelantikan Dewan Hakim dan Dewan Pengawas STQH Nasional XXVIII di Hotel Claro Kendari, Sabtu (11/10/2025).

Menag Nasaruddin menjelaskan, STQH dan MTQ sejatinya memiliki ruh dan tujuan yang sama, yakni menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis. Keduanya juga telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di Indonesia, dari tingkat RT dan desa hingga nasional bahkan internasional.

“Dahulu STQH dan MTQ dibedakan dengan alasan efisiensi dan teknis pelaksanaan. Namun kini, di banyak daerah masyarakat lebih antusias menggelar MTQ, bahkan di tingkat desa. Sementara STQH tidak lagi dilakukan di tingkat bawah,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat Sulawesi Tenggara saat mengikuti Pawai Ta’aruf STQH di kawasan Tugu Religi eks MTQ Kendari. Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah menyambut kegiatan nasional tersebut.

“Energi yang dikeluarkan Pak Gubernur untuk STQH ini terasa seperti energi untuk kegiatan MTQ. Atmosfernya sama,” tutur Menag disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, semangat yang muncul dari masyarakat menjadi bukti bahwa kedua kegiatan tersebut sudah melebur dalam satu cita rasa keagamaan yang sama. Karena itu, Kementerian Agama akan mengkaji secara mendalam kemungkinan penggabungan STQH dan MTQ di masa mendatang.

“Ini PR untuk kita semua. Apakah STQH dan MTQ sebaiknya digabung atau tetap dipisahkan, nanti akan kita lakukan studi mendalam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menilai bahwa STQH dan MTQ berperan besar dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter Qur’ani.

“STQH dan MTQ adalah media pembinaan umat yang efektif, melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak. Melalui kegiatan ini, Islam ditampilkan sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Menag menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan STQH Nasional XXVIII.

“Terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara atas kesediaannya menjadi tuan rumah. Kendari ini luar biasa dan sangat mengesankan,” tutupnya.

Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Mantan Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, para Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama, Tenaga Ahli Menteri, serta Forkopimda Sulawesi Tenggara. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!