Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

Sultan Buton Anugerahkan Gelar Adat “Miya Ogena I Sara Agama” kepada Menteri Agama RI

Baubau, PancanaNews.com – Sultan Buton Paduka Yang Mulia Drs. La Ode Muh. Kariu menganugerahkan gelar kehormatan adat “Miya Ogena I Sara Agama” kepada Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Penganugerahan tersebut berlangsung khidmat di Baruga Masjid Agung Keraton Buton, Kamis (8/1/2026).

Pemberian gelar adat kehormatan ini merupakan hasil keputusan musyawarah adat Kesultanan Buton yang ditandatangani langsung oleh Paduka Yang Mulia Sultan Buton.

Keputusan tersebut dibacakan oleh Bontogena Matanaeyo Maa Faizi Drs. H. Masri, M.Pd, sekaligus menandai pengukuhan Menteri Agama RI sebagai kerabat dan sesepuh Kesultanan Buton.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengaku tidak menyangka akan menerima gelar adat kehormatan yang menurutnya sarat makna dan tanggung jawab.

Ia menilai penganugerahan tersebut sebagai amanah besar yang harus dijaga dengan ketulusan dan pengabdian.

“Saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah pantas menerima gelar yang begitu besar dan berat ini. Namun ini adalah harapan Paduka Yang Mulia Sultan Buton. Semoga penganugerahan ini menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik bagi masyarakat, khususnya umat Islam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa semakin besar amanah yang diberikan, semakin besar pula tuntutan keikhlasan dan tanggung jawab moral dalam menjalankannya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri Agama RI di Kota Baubau serta penganugerahan gelar adat kehormatan tersebut.

Menurutnya, dalam tradisi Kesultanan Buton, gelar adat memiliki makna mendalam sebagai simbol penghormatan atas keteladanan, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penganugerahan gelar adat kepada Menteri Agama Republik Indonesia adalah hal yang sangat pantas. Beliau adalah sosok teladan yang konsisten menjaga kemuliaan agama sebagai roh kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa,” katanya.

Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala daerah se-Kepulauan Buton, jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Baubau, perangkat lembaga adat Kesultanan Buton, serta tamu undangan lainnya. (Adm)

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!