Kamis, Februari 5, 2026
spot_img

Teguhkan Identitas Budaya Ombonowulu, Bupati Azhari Dorong Penguatan Adat dan Pariwisata

PancanaNews.com, Buton Tengah – Tradisi adat Bongka’a Tau Rumpun Ombonowulu kembali digelar dengan penuh kekhidmatan di Lapangan Ampera, Kecamatan Gu, Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang temu budaya dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga momentum penting bagi penguatan kelembagaan adat melalui pelantikan dan pengukuhan Pengurus Rumpun Ombonowulu.

Kehadiran Bupati Buton Tengah Dr. Azhari bersama sejumlah tokoh penting daerah dan provinsi mempertegas dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara H. Mansur, Ketua TP-PKK Buton Tengah Umi Noranah Azhari, S.Pd., unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, serta para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.

Penguatan Adat sebagai Penjaga Jati Diri

Prosesi pelantikan pengurus adat menjadi simbol keberlanjutan nilai-nilai leluhur Rumpun Ombonowulu. Dalam sambutannya, Bupati Azhari menekankan bahwa adat bukan sekadar warisan seremonial, melainkan fondasi utama jati diri masyarakat.

Menurutnya, pengurus adat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah arus modernisasi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan zaman harus disikapi dengan kebijaksanaan, tanpa menghilangkan esensi adat yang menjadi identitas daerah.

Modernisasi, lanjut Azhari, tidak boleh memutus akar budaya. Sebaliknya, adat harus mampu beradaptasi secara selektif, menjaga nilai-nilai luhur yang tidak lekang oleh waktu.

Bongka’a Tau Menuju Ikon Wisata Budaya

Selain aspek budaya, perhatian pemerintah daerah juga diarahkan pada pengembangan situs sejarah Benteng Rumpun Ombonowulu. Bupati Azhari menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Bongka’a Tau ke depan dapat dipusatkan langsung di kawasan benteng sebagai simbol sejarah dan kebesaran adat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan akses infrastruktur menuju lokasi benteng menjadi prioritas, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan sumber daya agar situs sejarah tersebut mendapat perhatian yang layak.

Lebih jauh, tradisi Bongka’a Tau direncanakan masuk dalam kalender pariwisata tetap Kabupaten Buton Tengah. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Persatuan dan Apresiasi Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Azhari juga menyampaikan capaian daerah di bidang pelayanan publik dengan berdirinya Pengadilan Agama Kabupaten Buton Tengah secara mandiri. Capaian tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi masyarakat.

Ia turut memberikan apresiasi kepada kaum ibu yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan adat melalui penyediaan talang sebagai sajian tradisional. Gotong royong tersebut dinilai mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakat Ombonowulu.

Kegiatan Bongka’a Tau pun menjadi penegas bahwa Buton Tengah adalah ruang persaudaraan, tempat bertemunya ragam budaya yang dirajut dalam semangat persatuan antara kultur Buton dan Muna.

Reporter : Noval

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!