Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Umi Noranah Azhari: Investasi Gizi Anak Adalah Investasi Masa Depan Buton Tengah

Buton Tengah, PancanaNews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Tengah terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka stunting.

Ketua TP-PKK yang juga Bunda PAUD Kabupaten Buton Tengah, Ny. Umi Noranah Azhari, S.Pd., turun langsung ke lapangan menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak balita di Posyandu Anggrek, Lingkungan Bone, Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Posyandu Aktif, sebuah inisiatif bersama TP-PKK dan pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat serta memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi seimbang sejak usia dini.

Melalui pemberian makanan tambahan ini, TP-PKK bersama Bunda PAUD berupaya mendorong kesadaran orang tua tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang dalam mencegah stunting serta mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam sambutannya, Umi Noranah Azhari menegaskan bahwa perhatian terhadap gizi anak merupakan bentuk investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah.

“Anak-anak kita hari ini adalah wajah masa depan Buton Tengah. Jika mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, maka masa depan daerah ini akan cerah. Karena itu, memperhatikan gizi anak bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” ujar Umi Noranah.

Sebagai Bunda PAUD, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan anak usia dini dan pemenuhan gizi seimbang. Menurutnya, perkembangan otak anak pada masa usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Gizi dan pendidikan tidak bisa dipisahkan. Anak yang bergizi baik akan lebih mudah menyerap pelajaran, lebih aktif, dan memiliki semangat belajar tinggi. Maka intervensi gizi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi yang cerdas sejak dini,” jelasnya.

Umi Noranah menambahkan bahwa periode emas pertumbuhan anak (golden age) merupakan fase yang sangat penting. Pada masa ini, anak-anak membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan gizi, kebersihan, dan kasih sayang dari orang tua.

“Pemberian Makanan Tambahan ini hanyalah salah satu bentuk intervensi. Yang jauh lebih penting adalah kesadaran orang tua untuk melanjutkan pola makan bergizi di rumah setiap hari. Anak yang sehat dan cukup gizi akan tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu tidak hanya menjadi tempat menimbang berat badan anak, tetapi juga ruang edukasi bagi para ibu untuk belajar tentang gizi, pola asuh, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Posyandu harus terus diaktifkan dan dihidupkan kembali. Kader-kader di lapangan perlu didukung dan diberdayakan karena mereka ujung tombak dalam mendampingi keluarga di tingkat desa dan kelurahan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK Buton Tengah juga membagikan makanan tambahan berupa bahan pangan bergizi seperti telur, kacang hijau, susu, dan biskuit sehat. Bantuan ini diberikan kepada anak-anak balita yang rutin datang ke Posyandu, sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi orang tua yang aktif berpartisipasi.

Selain membagikan bantuan, Umi Noranah juga memberikan edukasi singkat kepada para ibu mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan perilaku sehat dalam keluarga.

“Saya titip pesan kepada ibu-ibu sekalian, bantuan ini akan bermanfaat jika diimbangi dengan kebersihan dan perhatian. Pastikan makanan anak-anak kita bersih, bergizi, dan aman. Biasakan mencuci tangan pakai sabun, dan awali setiap kegiatan dengan doa. Hal-hal kecil seperti ini memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan anak,” pesannya.

Kegiatan di Posyandu Anggrek turut dihadiri oleh jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten Buton Tengah, Camat Sangia Wambulu, pengurus TP-PKK Kecamatan, serta para kader Posyandu dan masyarakat sekitar. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan bersama dalam membangun generasi bebas stunting di Kabupaten Buton Tengah.

Sebagai Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD, Umi Noranah Azhari berharap program seperti ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya melalui bantuan sesaat, tetapi harus dengan pendekatan berkelanjutan yang melibatkan keluarga, dunia pendidikan, dan tenaga kesehatan.

“Anak-anak yang sehat adalah modal utama pembangunan. Investasi terbesar kita bukan pada infrastruktur fisik, tetapi pada kualitas sumber daya manusia. Itulah sebabnya kami menyebut gizi anak sebagai investasi masa depan Buton Tengah,” tegasnya.

Dengan langkah nyata yang dimulai dari Posyandu dan lembaga PAUD, TP-PKK Buton Tengah terus bergerak membangun kesadaran masyarakat agar setiap keluarga mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah stunting.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat melahirkan generasi Buton Tengah yang sehat, cerdas, dan berkarakter fondasi kuat menuju daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (Adm)

spot_img
spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!