Buton Tengah, PancanaNews.com– Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting yang saat ini masih menjadi tantangan serius.
Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini digelar di halaman Gedung Kesenian Lakudo, Kamis (21/8/2025), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, tenaga kesehatan, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Buteng, Umi Noranah Azhari, S.Pd, hadir langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya pola asuh dan peran orang tua dalam menjaga gizi anak.
Umi Noranah menegaskan, persoalan stunting tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga. Menurutnya, ada banyak kasus anak stunting meski orang tuanya memiliki kemampuan finansial yang cukup.
“Saya sendiri sudah turun ke lapangan, baik ke posyandu maupun saat pembinaan desa, melihat langsung anak-anak yang disebut stunting. Ada orang tuanya yang mampu bahkan ASN, tapi anaknya tetap stunting. Jadi, ini bukan sekadar soal mampu atau tidak, tetapi pola asuh yang kurang tepat,” ujarnya.
Ia mencontohkan, banyak orang tua yang karena sibuk bekerja akhirnya memilih jalan praktis dalam memberikan makanan kepada anak. Akibatnya, makanan cepat saji atau instan lebih sering dikonsumsi ketimbang makanan bergizi seimbang.
“Kadang orang tua lupa masak karena sibuk, akhirnya menyediakan makanan cepat saji untuk anak-anaknya. Ada yang hanya menyimpan di kulkas, dipanaskan, lalu disajikan. Padahal kebutuhan gizi anak tidak bisa dipenuhi dengan makanan instan saja,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Umi Noranah juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Ia mendapati ada anak-anak yang justru tidak menyukai lauk bergizi seperti ayam, ikan, atau buah, melainkan lebih memilih mie instan dan telur.
“Ini yang menjadi tantangan kita. Anak-anak lebih suka yang mudah dimakan, padahal kurang bervariasi dari sisi gizi. Kita sebagai orang tua harus mampu mengarahkan dan membiasakan mereka makan makanan sehat sejak dini,” jelasnya.
Bunda PAUD Buteng ini menekankan pentingnya peran ibu dalam memastikan anak-anak mendapat asupan gizi yang cukup.
Ia mengingatkan bahwa anak merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan generasi Indonesia. Oleh karena itu, pola asuh dan perhatian orang tua menjadi faktor utama dalam mencegah stunting.
“Anak adalah masa depan bangsa. Maka sudah seharusnya kita sebagai ibu memprioritaskan kebutuhan gizi mereka. Bahkan sejak remaja, kita perlu belajar bagaimana pola asuh yang baik agar kelak mampu mendidik anak-anak menjadi generasi sehat dan cerdas,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pekarangan rumah dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Menurutnya, dengan menanam sayur-sayuran sederhana seperti tomat, cabai, atau sayur hijau, keluarga bisa lebih mudah menyiapkan menu sehat tanpa harus bergantung pada makanan instan.
“Kalau bisa kita galakkan menanam tanaman hijau. Tomat, sayur, lombok, semua itu gampang ditanam. Tinggal dipetik, dicuci, lalu dimasak. Jadi, alasan tidak ada makanan bergizi seharusnya tidak lagi ada,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan BKKBN Kabupaten Buteng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Camat Lakudo, Lurah Lakudo, Kepala UPTD Puskesmas Lakudo, serta petugas Promkes, Gizi, dan KIA dari Puskesmas Lakudo.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buteng berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang semakin meningkat.
Dengan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan peran aktif keluarga, angka stunting di Buton Tengah diharapkan dapat terus ditekan demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.







