Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Wawali Baubau Dorong Festival Kabanti Jadi Agenda Budaya Besar Kepton

Baubau, PancanaNews.com– Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, mendorong agar Festival Kabanti tidak hanya menjadi agenda rutin tingkat kota, tetapi dikembangkan menjadi agenda budaya besar tingkat Kepulauan Buton (Kepton).

Hal itu disampaikan saat dirinya menutup Festival Kabanti antar Kepala Sekolah SD dan SMP Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Kamis (9/10/2025).

Dalam sambutannya, Hamsinah Bolu mengapresiasi pelaksanaan festival yang telah berlangsung konsisten selama empat tahun terakhir.

Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan bentuk nyata pelestarian nilai-nilai budaya Buton yang sarat dengan filosofi dan kearifan lokal.

“Saya sangat senang karena festival ini sudah empat tahun berjalan. Ke depan, mari kita sosialisasikan lebih luas lagi, bahkan kalau bisa dibawa ke kawasan Kotamara agar bisa disaksikan masyarakat secara terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Festival Kabanti selaras dengan visi misi Pemerintah Kota Baubau 2025–2030 yang menempatkan Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.

“Kata bermartabat itu penting. Kita ingin pembangunan di Baubau tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai budaya. Sebagai pusat Kesultanan Buton, kekayaan budaya seperti bahasa, manuskrip, dan Kabanti harus tetap hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Hamsinah menegaskan bahwa Kabanti bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga sarana membangun karakter dan sumber daya manusia masa depan.

“Melestarikan Kabanti berarti membangun manusia Baubau dan Kepton secara keseluruhan. Nilai-nilainya menjadi bekal bagi generasi muda untuk tetap berakar pada budaya sambil menatap masa depan,” tuturnya.

Wawali juga mengusulkan agar Festival Kabanti diperluas hingga mencakup seluruh daerah di wilayah Kepton seperti Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, dan Wakatobi. Menurutnya, setiap daerah memiliki ragam bahasa dan dialek yang menjadi kekayaan bersama.

“Mari kita buat lebih besar, misalnya se-Kepton. Di Wakatobi juga ada Kabanti dengan iringan gambus. Silakan tampil dengan ciri khas dan dialek masing-masing, karena di setiap daerah budaya Wolio tetap hidup dan menyatukan kita,” ujarnya.

Sementara itu, panitia turut mengumumkan para pemenang Festival Kabanti antar Kepala Sekolah Tahun 2025, yang terbagi dalam dua kategori — putra dan putri.

Kategori Putra:

1. Naimu Eba, S.Pd., SE (SDN 4 Baubau) – 318 poin

2. La Jabi, S.Pd. (SDN 3 Katobengke) – 316 poin

3. Rusli, S.Pd. (SDN 2 Lamangga) – 314 poin

4. Rusdin, S.Sos. (SDN 1 Baadia) – 313 poin

5. Syalihin, S.Ag. (SDN Wangkanapi) – 310 poin

6. Miymu Saleh, S.Pd., M.Si. (SDN 1 Liabuku) – 309 poin

Kategori Putri:

1. Wa Ode Sitti Arabia, S.Pd., M.Si. (SDN 3 Baubau) – 325 poin

2. Musriani La Wusu, S.Pd., M.Pd. (SDN 2 Liabuku) – 323 poin

3. Hasma Nasa, S.Pd. (SDN 6 Baubau) – 322 poin

4. Arsiah Abidin (SDN Tomba) – 322 poin

5. Minarni, S.Pd. (SDN 1 Wajo) – 321 poin

6. Nursidah, S.Pd., M.Pd. (SDN 2 Baadia) – 320 poin

Festival Kabanti tahun ini kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam menghidupkan tradisi literasi budaya Buton yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus memperkuat identitas Kepton sebagai kawasan yang kaya akan warisan nilai dan bahasa. (Adm)

spot_img
spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!