Minggu, Mei 17, 2026
spot_img

Ridwan Bae Puji Kinerja Bupati Buteng, Siap Perjuangkan Program Infrastruktur hingga Transmigrasi Maritim

PancanaNews.com, BUTON TENGAH – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, memuji kinerja Pemerintah Kabupaten Buton Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Azhari dalam mendorong pembangunan infrastruktur di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Ridwan Bae saat menghadiri launching program Labungkari Samentaeno di Kabupaten Buton Tengah, Sabtu (16/05/2026). Program tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas pembangunan infrastruktur jalan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Ridwan Bae menegaskan bahwa dirinya bukanlah pihak eksekutor dalam pembangunan, melainkan memiliki tugas untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat pusat.

” Saya hanya sebatas anggota DPR RI dan bukan eksekutor. Tetapi alat untuk mendorong aspirasi masyarakat, itulah tugas kami,” ujar Ridwan Bae.

Ia menyebut Kabupaten Buton Tengah menjadi salah satu daerah prioritas perjuangannya di Sulawesi Tenggara. Kedekatan emosional dan geografis menjadi alasan dirinya memberikan perhatian khusus terhadap daerah tersebut.

” Oleh karena itu, Kabupaten Buton Tengah ini menjadi bagian prioritas saya di Sultra. Kita ini bisa dibilang satu daerah dan satu kampung karena tinggal di satu daratan Pulau Muna. Jadi kita semua ini bukan orang lain,” katanya.

Ridwan menjelaskan, berbagai program pembangunan yang berhasil diperjuangkan di pusat tidak terlepas dari peran pemerintah daerah melalui usulan dan perencanaan yang matang dari OPD.

” Sejatinya apa yang disampaikan Pak Bupati itu benar. Tetapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pemikiran Pak Bupati melalui OPD-nya. Setelah diusulkan di kabupaten, maka tugas saya untuk memperjuangkannya di pusat demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, tidak ada paket pekerjaan yang dapat direalisasikan tanpa dukungan pemerintah daerah. Usulan dari kabupaten menjadi dasar utama bagi DPR RI untuk memperjuangkan program di kementerian.

” Jadi perlu saya ingatkan, tidak ada paket yang dikerjakan tanpa dukungan Pak Bupati. Kalau usulan itu tidak masuk, maka kami juga mengingatkan bupati agar memasukkan usulan,” ucapnya.

Meski demikian, Ridwan menyebut ada beberapa program berbasis masyarakat yang dapat berjalan meskipun tanpa proses formal dari pemerintah daerah, seperti program bedah rumah dan bantuan serupa. Namun, koordinasi dengan pemerintah daerah tetap diperlukan agar bantuan tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Bae juga menyoroti gagasan transmigrasi maritim yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah. Program tersebut merupakan ide brilian yang berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

” Kemudian terkait transmigrasi maritim yang dicanangkan Pak Bupati, saya tertarik dan itu ide yang sangat brilian. Apalagi demi kemajuan Buton Tengah berdasarkan potensi yang dimilikinya,” katanya.

Ia mengaku akan membahas program tersebut bersama kementerian terkait dalam pembahasan anggaran tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

” Kebetulan tahun 2026 ini minggu depan kita bahas anggaran. Insyaallah nanti saya akan bahas bersama kementerian terkait. Saya juga minta Dinas PU dan Transmigrasi untuk mengingatkan saya, karena kadang kala saya lupa,” ujarnya.

Ridwan juga menyinggung program Instruksi Jalan Daerah (IJD) yang menurutnya masih sangat berpeluang diperjuangkan untuk Buton Tengah. Saat ini, kata dia, Kementerian PUPR tengah menyusun anggaran sebesar Rp34 triliun untuk program IJD dan Inpres Irigasi di seluruh Indonesia.

” Saya informasikan juga bahwa Kementerian PU lagi menyusun anggaran untuk IJD dan Inpres Irigasi sebanyak Rp34 triliun untuk seluruh Indonesia. Dari Rp34 triliun itu diperkirakan untuk IJD kurang lebih Rp16 triliun. Jika itu masuk semuanya, maka seperti apa yang dibutuhkan Pak Bupati bisa kita perjuangkan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Ridwan Bae mengaku kagum dengan perkembangan infrastruktur di Buton Tengah yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

” Alhamdulillah hari ini saya kagum, jalan yang dibangun kini bisa dinikmati masyarakat Buteng, baik untuk berolahraga maupun menjajakan hasil UMKM masyarakat,” katanya.

Ia pun kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan daerah tersebut.

” Saya bukan eksekutor, tapi insyaallah saya akan berjuang demi kemajuan Buton Tengah,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan bahwa pembangunan jalan yang saat ini dinikmati masyarakat merupakan hasil perjuangan Ridwan Bae di tingkat pusat.

” Bagaimanapun juga, meskipun OPD kami telah membuat perencanaan sebagus apa pun, kalau tidak ada dukungan dari Pak Ridwan, jalan ini mungkin tidak terealisasi,” ujar Azhari.

Menurutnya, jalan yang kini ramai diperbincangkan masyarakat bahkan sempat viral tersebut merupakan hasil perjuangan Ridwan Bae sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Azhari mengungkapkan, setelah pembangunan jalan tersebut, Pemkab Buton Tengah kembali menyiapkan perencanaan untuk dua ruas jalan yang akan diusulkan melalui program IJD, salah satunya jalur Mawasangka menuju perbatasan Kabupaten Muna yang hingga kini belum pernah tersentuh aspal.

” Jalan Mawasangka menuju perbatasan Kabupaten Muna itu belum pernah disentuh aspal. Setelah ini akan kita siapkan perencanaannya untuk IJD,” katanya.

Ia mengakui, kebutuhan infrastruktur di Buton Tengah masih sangat besar, sementara kemampuan anggaran daerah sangat terbatas. Di sisi lain, sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Buton Tengah juga masih mengalami kerusakan.

Namun demikian, Azhari mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara agar jalan provinsi tersebut segera diperbaiki.

” Alhamdulillah Pak Gubernur akan menyisihkan anggaran kurang lebih Rp6 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Ini juga informasi dari Kadis PU yang telah berkoordinasi dengan PU Provinsi. Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Buton Tengah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar pada APBD Perubahan tahun ini untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak di beberapa wilayah, termasuk di Wasilomata dan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu.

” Kalau memakai IJD mungkin terlalu kecil. Tapi insyaallah tahun ini kita punya anggaran kurang lebih Rp30 miliar di perubahan, dan itu akan kita fokuskan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak,” pungkasnya

spot_img
spot_img

Baca Juga

Populer

error: Content is protected !!